LIKE Fanspage Facebook Propinsi Madura

Rabu, 04 Januari 2012

Tak Percaya Polisi, Pengungsi Syiah Sampang Menolak Pulang

Republik Madura - Ratusan pengungsi pengikut Ustadz Tajul Muluk, tokoh Syiah, yang menjadi korban pembakaran di Kab Sampang, Madura, beberapa waktu lalu di desa Karang Gayam, Sampang, hingga kini masih bertahan di lokasi penampungan di lapangan tennis indoor Kota Sampang. Para warga Syiah terus menolak terhadap langkah pemerintah setempat yang akan memulangkan mereka ke kampung halamannya.


Abdul Halim, petugas Kemenag Kabupaten Sampang, menyampaikan di depan para pengungsi, rabu siang (04/01/2011), bahwa Pemkab Sampang bersama instansi terkait hari ini memang berencana akan melakukan pemulangan para pengungsi karena batas masa penanganan tanggap darurat bagi pengungsi berakhir hari ini.

Tidak sekedar menolak, bahkan para pengungsi ini mengaku akan tetap bertahan walaupun segala akomodasi termasuk makanan akan dihentikan oleh pemerintah setempat yang memang selama ini men-suplai kebutuhan para pengungsi tersebut.

Jaminan keamanan yang dilontarkan Kapolda Jatim, Irjen Polisi Hadiatmoko, usai melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi pembakaran selasa kemarin, rupanya tidak dipercayai oleh para pengungsi ini. Mereka tetap meng-khawatirkan keselamatan jiwa mereka saat mereka kembali nantinya

“Kami menunggu perintah Ustadz Tajul Muluk. Disuruh pulang, kita pulang. Kalo bertahan ya kita tetap beratahan. Apa kata beliau”, tegas Iklil Almilal, salah seorang pengungsi.
 Hesti Armiwulan, Kepala Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM

Sementara itu, Hesti Armiwulan, Kepala Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM yang mengunjungi para pengungsi di lapangan tennis indoor kota Sampang, mengatakan, pihaknya akan mengupayakan secara terus proses mediasi antara kedua belah pihak. Komnas HAM juga masih akan mendalami hasil sejumlah temuan mereka di lapangan. (Mad Topek)

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Posting Komentar